Belajar Membatik

Pengunjung dapat mencoba sensasi belajar membatik secara langsung dengan paket yang kami sediakan.

WE ACCEPT :

bcamandiriBRIBNI

Facebook Twitter Instagram

Cafe Shop

Kami sediakan cafe bagi pengunjung yang ingin bersantai menunggu keluarga /teman yang sedang berbelanja batik.

Batik Tulis

Kami menyediakan produk-produk batik tulis seperti kain, blus dan kemeja dengan mengedepankan kualitas dalam segi bahan baku, pewarnaan, proses pembuatan serta model baju yang selalu up to date.

Batik Cap

Kami menyediakan produk-produk batik cap kombinasi tulis seperti kain, blus, kemeja, sampai pakaian anak dengan mengedepankan kualitas dalam segi bahan baku, pewarnaan, proses pembuatan serta model baju yang selalu up to date.

Batik HandPrint

Apabila anda ingin membuat seragam batik, baik itu untuk sekolah, instansi, organisasi ataupun event, kami siap membantu anda dalam proses pembuatan motif batik sampai proses pengerjaan batik print hingga proses penjahitan.

Batik Nusantara
Written by PutraLaweyan    Saturday, 01 March 2014 14:54

Peta IndonesiaDi seluruh nusantara sepertinya budaya secara alamiah berkembang sesuai dengan bentuk dan geografis masing-masing. Keragaman tersebut merupakan sebuah local genius dimana peradapan manusia mengalami pencarian (eksplorasi) dan penemuan-penemuan baru. Batik merupakan hasil budaya yang bisa dikatakan hampir semua wilayah nusantara ada. Dalam arti Batik disini merubakan sebagai salah satu seni budaya yang mempunyai cirri seni perintang warna.

Melihat literature film tekstil yang dibuat oleh lembaga pendidikan seni nusantara audio visual tekstil edisi uji coba tahun 2004 bisa dilihat hampir teknik yang digunakan dari semple yang dipakai mempunyai kesamaan. Hanya saja yang membedakan pada alat perintangnya. Ada yang menggunakan tali, plastic, ada yang tali dari rotan dan sebagainya. Meskipun terdapat perbedaan alat akan tetapi secara subtansi semua memakai teknik perintyang warna (resist colore).

Mengingat sarana yang tersedia melimpah misalnya zat pewarna (nila, soga, dll) tumbuh-tumbuhan ini tumbuh subur di Indonesia khususnya dipulau jawa, dan tenaga menusia yang terampil juga telaten punya kepercayaan yang kuat begitu banyak, maka seni batik tumbuh berkembang dengan pesat, seirama dengan selera minat daerah masing-masing sehingga banyak beberapa daerah penghasil batik. Misalnya Indramayu, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Garut, Lasem, Jambi, Madura dan pulau-pulau lainnya.

Setiap daerah pembatikan mempunyai ciri kas dan keunikan masing-masing. Baik dalam ragam hias maupun tata warnanya dalam pertumbuhan dan perkembangan batik. Batik nusantara secara garis besar mempunyai keragaman yang itu dipengaruhi oleh beberapa factor :

  1. Letak Geografis
    Penghasil batik dari daerah pesisir berlainan dengan pedalaman/ Keraton. Daerah pesisir banyak dipengaruhi dari luar karena pedagang-pedagang luar negeri seringkali singgah untuk berdagang. Daerah keraton banyak dipengaruhi oleh kebudayaan dan kepercayaan yang ada.

  2. Sifat dan tata kehidupan daerah yang bersangkutan
    Masyarakat pesisir hampir setiap hari yang dilihat adalah warna biru laut dan hijau daun karena daerah geografisnya. Oleh karena setiap hari menghadapi pemandangan seperti itu maka ada rasa bosan kemudia mereka tuangkan dalam bentuk seni batik dengan nuansa warna-warni dan kontras yang beraneka ragam. Sebaliknya dengan batik keraton, karena mereka terbiasa dengan warna warni yang ada di taman maka mereka membuat klasik dan melihat warna kontras sebagai warna kasar (tidak miyayeni).

  3. Kepercayaan dan adat istiadat didaerah bersangkutan
    Di sini nampak bila pengaruh hindu jawa yang kuat maka ragam hias / motifnya banyak digambarkan dengan lambing-lambang secara simbolis. Misalnya; semen, lar, dll. Sedangkan pengaruh Islam yang kuat maka ragam hiasnya berisi tulisan arab/ kaligrafi.

  4. Keadaan alam sekitarnya termasuk flora dan fauna
    Di daerah pesisir ragam hiasnya banyak menggambarkan; air, ikan, udang, dan tumbuh-tumbuhansecara naturalis. Didaerah keraton ragam hias banyak mengambarkan; gunung, kupu-kupu, burung, tumbuh-tumbuhan secara simbolis / distilir.

  5. Adanya kotak / hubungan antar daerah pembatikan
    Dengan adanya kontak / hubungan daerah pembatikan menimbulkan ragam hias yang baru (saling mempengaruhi)

  6. Pemujaan terhadap tokoh-tokoh kepahlawanan
    Batik solo/ yogyakarta dipengaruhi oleh tokoh-tokoh pewayangan. Misalnya Arjuna yang memberi simbul lemah lembut, halus dan percaya diri. Terlihat ragam hias batik solo/ yogyakarta kecil-kecil halus dan terdapat lengkungan / ukel berwarna harmoni hitam , biru, coklat dan krem/ putih.

Karena batik adalah hasil budaya luhur nenek moyang kita maka bukti hasil budaya itu bisa kita temukan diseluh kepulaun Indonesia terutama pada pakaian adat. Batik dapat di kategorikan menjadi 2 kelompok :

1. Batik keraton
Batik keraton adalah batik yang berkembang dilingkungan keraton dengan mengacu pada nilai-nilai falsafah jawa. Batik keraton terbatas pada coklat soga dan biru nila.
Batik keraton dipengaruhi oleh tata karma jawa (feodalisme)
Cirri-ciri batik keraton
  • Batik keraton bernuansa kontemplatis (perenungan/ religius magis), simetris, tertib, dan mengikuti pakem-pakem yang berlaku.
  • Batik keraton terbatas pada coklat soga dan biru nila.
2. Batik Pesisir
Batik pesisir yaitu batik yang tumbuh berkembang diluar benteng keraton atau dikembangkan oleh rakyat jelata. Di jawa, perkembangan batik ini pada awalnya karena perang diponegoro yang mengalami kekalahan dengan belanda dan lari ke pesisir seperti pekalongan dan wilayah lainnya. Karena kepentingan hidup akirnya batik dikenalkan pada rakyat jelata yang tidak lagi memperhatikan aturan-aturan keraton.
Ciri-ciri batik pesisir
  • Tidak terikat dengan pakem-pakem
  • Corak, warna batik lebih bebas
  • Biasa di pakai sebagai bahan perdagangan (niaga)

 

Literature
Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.

KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat. Surakarta.

H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”. Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.

P. De. Kat Anggelo. Laporan tentangbatik (Inspektor pada Kantor Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930

 

 

Last Updated on Friday, 21 March 2014 16:50
 

Article

  • Sejarah Seni Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Seni Batik Sebagai Hasil Kebudayaan Seni batik adalah hasil dari budaya nenek moyang Indonesia . Sebelum kita sepakati bahwa seni batik adalah merupakan hasil kebudayaan maka perlu dijelaskan... Readmore
    Asal Muasal Wastra Batik Truntum
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Pada zaman dahulu, pembuatan batik yang pada tahap pembatikannya hanya dikerjakan oleh putri-putri dilingkungan kraton dipandang sebagai kegiatan penuh nilai kerokhanian yang memerlukan pemusatan... Readmore
    Proses Pembuatan Batik Tulis
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 P roses produksi batik cap Berbeda dengan proses produksi batik tulis. Adapun langkah-langkah dalam proses produksi batik cap dijabarkan sebagai berikut : Readmore
  • Batik Nusantara
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Di seluruh nusantara sepertinya budaya secara alamiah berkembang sesuai dengan bentuk dan geografis masing-masing. Keragaman tersebut merupakan sebuah local genius dimana peradapan manusia mengalami... Readmore
    Batik sebagai ciri khas asli budaya Indonesia
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Definisi Batik Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Secara etimologi, kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan... Readmore
    Keunikan Arsitektur Rumah Laweyan
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:57 Gaya Indische jadi ikon bangunan Kampoeng Batik Kawasan Laweyan selama ini dikenal sebagai kawasan yang unik. Apa yang menjadi ciri khas kawasan Laweyan? Selain sebagai salah satu sentra industri... Readmore
  • Filosofi Motif Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:58 Motif batik Indonesia menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu, pasalnya negara tetangga mengklaim batik nusantara. motif batik benar-benar diakui dunia setelah PBB mengesahkan batik sebagai... Readmore
    Tips dan Trik Merawat Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:59 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut : Readmore
    K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan)
    Write on Saturday, 01 March 2014 23:00 K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan) Salah Satu Pelopor Berkembangnya Batik Di Indonesia Go Tik Swan (umumnya dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada 11 Mei 1931) adalah seorang budayawan... Readmore
  • Company Profil
    Write on Sunday, 02 March 2014 23:01 SEJARAH BERDIRINYA BATIK PUTRA LAWEYAN Sejarah berdirinya perusahaan Batik Putra Laweyan Solo ini berawal dari didirikannya perusahaan Batik Bintang Mulya pada tahun 1967. Perusahaan yang... Readmore