Tentang Kampoeng Batik Laweyan
sumber FPKBL (Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan)
Halaman 1
SITUS BERSEJARAH
Laweyan merupakan kawasan centra industri batik yang unik, spesifik dan bersejarah. Laweyan sudah ada sejak tahun 1546 M. Hal ini dapat ditelusuri dari beberapa situs bersejarah yang ditemukan, diantaranya makam Kyai Ageng Henis yang dipercaya sebagai cikal bakal raja-raja Mataram, Masjid Laweyan, bekas Pasar Laweyan, bekas Bandar Kabanaran, Makam Jayengrana (prajurit Untung Suropati), Masjid /makmur, Langgar Merdeka hingga bekas rumah KH. Samanhudi sebagai pendiri Sarekat Dagang Islam.
KARYA SENI BATIK
Batik merupakan hasil karya seni tradisional, suatu hasil proses dengan memakai mori./kain, lilin/malam dan zat warna sebagai bahan utamanya. Batik banyak ditekuni masyarakat Laweyan sejak dulu hingga sekarang. Hal inilah yang menyebabkan kampung Laweyan dikenal sebagai Kampung “Juragan Batik”. Produk Batik kampoeng Batik mempunyai ciri khas yang tidak ada pada batik dari daerah lain. Khususnya motif dan cara pembuatannya.
ARSITEKTUR
Laweyan juga dikenal memiliki ragam asitektur dengan bentuk bangunan dan kondisi lingkungan yang khas. Pengaruh unsur tradisional Jawa, Eropa (Indisch), China dan islam, dapat kita temui pada tipologi arsitektur rumah juragan batik maupun masyarakat biasa. Dikelilingi pagar tinggi atau “benteng” yang menyebabkan terbentuknya gang-gang sempit spesifik sebagai TOWN SCAPE Kawasan.
SELAWENAN
Kampoeng Batik Laweyan merupakan kawasan cagar budaya dan tujuan wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun local.
|